Salah satu wilayah Indonesia bagian timur yang mempunyai pegunungan
terpanjang di Sulawesi, membentang dari Kab.Sidrap - Kab.Enrekang
-Kab.Luwu-Kab.Tana Toraja yang dinamakan Pegunungan Latimojong. Jalur
pendakian Kab.Enrekang dengan bentang alam , keindahan panorama dan
hangat sambutan penduduk asli serta aroma dan rasa kopi yang khas ini
sudah merupakan rahasia umum dikalangan penggiat alam. Selalu ada rasa
yang tersisa dan rasa jenuh yang terlupa bila berada di lingkungan
bentang alamnya, tidak ada yang tidak ingin kembali ke tempat ini
setelah melalui malam dan meneguk kemudian menghabiskan lebih dari
segelas kopi.
Tampilkan postingan dengan label Tentang Kab. Enrekang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Kab. Enrekang. Tampilkan semua postingan
Cerita Rakyat Enrekang, Legenda Gunung Nona
di Juni 30, 2017 0 komentar
Buttu Kabobong adalah nama sebuah gunung unik yang terletak di Kabupaten Enrekang.
Tepatnya di poros jalan dari arah Rappang, Kabupaten Sidrap. Dikatakan
unik karena bentuk gunung ini menyerupai alat reproduksi wanita dan
dipastikan hanya satu-satunya di dunia. Selain unik dan penuh daya
tarik, gunung ini juga ternyata punya legenda yang secara turun temurun
menyisakan berbagai versi, namun pada prinsipnya mengandung makna yang
sama, yakni pesan moral dari para leluhur setempat tentang
pantangan keras untuk melakukan hubungan suami istri di luar
nikah. Kisah di bawah ini adalah salah satu versi yang dihimpun dari berbagai sumber sebagaimana berikut :
Cerita Rakyat Enrekang Duri
di Juni 30, 2017 0 komentar
Cado’dong
Konon
dahulu kala ada seorang pria tampan dan perkasa yang bernama Cado’dong, ia
hidup dengan Ibu dan enam orang kakaknya. Mereka tinggal di tanah Duri di
kampong Ulu Wai (Parombean, Daerah Curio).
Ia
seorang pemuda yang giat dan ulet dalam bekerja sehingga ia mempunyai kebun,
sawah, dan ternak yang sangat banyak. Dengan usahanya yang berhasil itu,
membuat saudaranya iri hati.
Asal Mula Nama Enrekang
di Juni 30, 2017 0 komentar
Dahulu
kala di daerah Sulawesi Selatan hiduplah seorang raja makmur yang
memiliki dua orang putra, putra pertama bernama Lajana dan putra kedua
bernama Sangkala. Dua kakak beradik tersebut sangatlah bertolak belakang
dalam perilakunya sehari-hari.
Arti Lambang
di Juni 30, 2017 0 komentar
I. Lambang
Lambang Kabupaten Enrekang Berbentuk perisai dengan dasar ungu bergaris pinggir hitam dan dildalamnya terdapat lukisan (keterangan gambar Lambang Massenrempu):
Lambang Kabupaten Enrekang Berbentuk perisai dengan dasar ungu bergaris pinggir hitam dan dildalamnya terdapat lukisan (keterangan gambar Lambang Massenrempu):
- Dibagian atas bintang sudut lima berwarna kuning diatas satu bidang segi lima dasar hitam
Adat dan Budaya Part I
di Juni 30, 2017 0 komentar
PESTA ADAT MINDIO SALURAN TALLU
Warga masyarakat Desa Pundilemo, khususnya Ba’ka menggelar ritual adat, “Mindio Saluran Tallu”. Artinya, Mandi di Saluran Air yang terbuat dari tiga batang bambu, Selasa (24/2). Ritual kebudayaan ini dihadiri langsung Bupati Enrekang, Ir. Haji La Tinro La Tunrung, camat Cendana, Kepala Bidang Pariwisata dan unsur muspika. Menurut tokoh adat di desa tersebut, ritual semacam ini digelar sekali setahun, yang
Warga masyarakat Desa Pundilemo, khususnya Ba’ka menggelar ritual adat, “Mindio Saluran Tallu”. Artinya, Mandi di Saluran Air yang terbuat dari tiga batang bambu, Selasa (24/2). Ritual kebudayaan ini dihadiri langsung Bupati Enrekang, Ir. Haji La Tinro La Tunrung, camat Cendana, Kepala Bidang Pariwisata dan unsur muspika. Menurut tokoh adat di desa tersebut, ritual semacam ini digelar sekali setahun, yang
Mengenal Kab. Enrekang
Rabu, 28 Juni 2017
di Juni 28, 2017 0 komentar
Kabupaten Enrekang adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Enrekang. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.786,01 km² dan berpenduduk sebanyak ± 190.579 jiwa.
Ditinjau dari segi sosial budaya, masyarakat Kabupaten Enrekang
memiliki kekhasan tersendiri. Hal tersebut disebabkan karena kebudayaan
Enrekang (Massenrempulu') berada di antara kebudayaan Bugis, Mandar dan
Tana Toraja. Bahasa daerah yang digunakan di Kabupaten Enrekang secara
garis besar terbagi atas 3 bahasa dari 3 rumpun etnik yang berbeda di
Massenrempulu', yaitu bahasa Duri, Enrekang dan Maiwa. Bahasa Duri
dituturkan oleh penduduk di Kecamatan Alla', Baraka, Malua, Buntu Batu,
Masalle, Baroko,
Langganan:
Postingan (Atom)






